Selasa, 08 Januari 2013

BOM DI PAGI SUBUH


Mendengar kata BOM diucapkan, yang teringat adalah sebuah peristiwa kengerian akibat ledakannya. Sudah beberapa kali ini kita sering diperlihatkan berita-berita ledakan bom yang dilakukan oleh para teroris dari bom yang berdaya ledak rendah (low explosive) sampai dengan yang berdaya ledak tinggi (high explosive).

Sekitar tahun 70-an sampai dengan tahun ’90-an masih mudah dijumpai orang membuat dan menyulut mercon. Walaupun sebetulnya mercon juga termasuk bom dengan daya ledak rendah, tetapi hal ini berbeda dan tak ada yang aneh setiap kali bulan Ramadhan tiba terdengar dentuman mercon di sana-sini. Mercon dari berbagai jenis dan ukuran merupakan mainan anak-anak sampai dengan orang dewasa. Ada mercon cabe rawit, mercon banting, mercon renteng maupun mercon karbit yang diledakkan dengan memakai meriam bambu. 

Tak ketinggalan aku dan Arief juga anak-anak seusiaku setiap bulan Ramadhan tiba selalu membuat sendiri mercon berbagai jenis dan ukuran. Ketrampilan membuat mainan berbahaya ini merupakan hal biasa yang dimiliki oleh anak-anak di kampungku, hanya saja untuk pembuatan bahan peledak kami menyebutnya obat mercon memang perlu ketrampilan khusus yang tidak sembarang orang tahu dan bisa membuatnya.

Minggu, 23 Desember 2012

KISAH ALMA DAN ALDA





Dua sahabat Alamanda Dwi Sartika alias Alma merupakan anak dari orang yang hidupnya berkecukupan dan yang satunya Alda Kusumadewi, biasa dipanggil Alda anak dari orang yang hidupnya sederhana. Mereka berdua sekolah di tempat yang sama yaitu SD HARAPAN BANGSA 01 .
Alda sepulang dari sekolah membantu ibunya berjualan kue keliling kampung dengan modal yang tidak seberapa dari hasil jerih payah keluarganya. Alda tidak mau mengecewakan orang tuanya ia belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa mebahagiakan kedua orang tuanya kelak.
Sementara itu Alma sepulang dari sekolah dia hanya bermain laptopnya tanpa memikirkan orang tuanya. Alma kelihatan nyantai saja dalam mengarungi kehidupan sehari-harinya, termasuk masalah belajar tidak terlalu merisaukan, karena kalau nilainya jelek ia beranggapan masih punya uang untuk menolong masa depannya.
Suatu ketika Alma sedang membeli minuman di katin tidak disengaja Alda menyenggolnya dan akhirnya minuman itu tumpah dan membasahi baju Alma.
“Gimana sih kamu jalan kok gak liat-liat sih, basah tau baju aku”, sahut Alma dengan wajah kesal.
“Maaf, aku gak bermaksud menyenggol minuman kamu”, sahut Alda.
“Hah maaf itu sih sudah biasa semua orang kalau punya salah pasti bilangnya cuma maaf”, sahut Alma dengan dengan wajah cemberut.
“Terus aku harus gimana?”, tanya Alda dengan penuh penyesalan di hatinya.
Alma tidak menjawab pertanyaan Alda dia langsung pergi meninggalkan Alda.
Alda merasa bersalah banget dan akhirnya sebelum pulang kerumah ia ingin menemui Alma terlebih dahulu agar dia memaafkan nya.
“Alma aku minta maaf atas kesalahan ku dikantin tadi, kamu mau kan memaafkan aku”, pinta Alda yang hampir meneteskan air matanya.
Alma pun menghiraukan Alda yang memohon agar dia mau memaafkannya. Sebetulnya Alda tahu tabiat sahabatnya itu, yang memang sedikit sombong dan selalu ingin menang sendiri. Walaupun Alma berwatak seperti itu, namun Alda tetap menganggap Alma sebagai sahabatnya.
---------000---------
Dan suatu ketika perusahaan ayahnya Alma gulung tikar, keluarga Alma pun jatuh miskin, barang-barangnya pun habis untuk membayar utang kepada bank. Alma di sekolahnya pun sering diejek oleh teman-temannya, karena biasanya Alma suka pamer barang-barang mahal, tetapi sekarang dia sudah tidak punya apa-apa.
Namun kalau teman-temannya yang sekarang suka mengejek Alma sangatlah berbeda Alda yang terlihat sangat kasihan kepada Alma. Alda ingin membantunya tapi ia belum tahu harus melakukan apa. Alda hanya ingin kalau Alma tetap menjadi teman baiknya.
“Alma apa kamu mau jadi temen aku”, sahut Alda.
“Apa kamu gak marah atas apa semua kesalahan yang telah aku perbuat selama ini”, sahut Alma dengan penuh penyesalan.
“Enggak aku sudah memaafkan kamu kok”, sahut Alda sambil tersenyum.
Alma pun berlinang air mata ketika melihat senyum tulus sahabatnya yang selalu ia sakiti itu. Dia betul-betul merasa bersalah kepada sahabatnya tersebut.
“Kalau begitu aku mau jadi teman kamu, kamu mau kan mengangap aku sebagai best friend”, pinta Alma dengan berurai air mata.
“Aku mau….., asal kamu bisa berubah dan sabar atas apa yang kamu hadapi saat ini”, sahut Alda.
Alma hanya menganguk-angguk tersenyum, sambil memeluk erat sahabatnya itu. Dia sadar sahabat yang baik itu selalu ada baik di saat dia sedang bahagia maupun di saat dia sedang mengalami kesusahaan. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang telah dia lakukan selama ini. Alma tidak pernah peduli kepada teman-temannya, yang penting baginya semua urusannya dipenuhi.
 Sudah 3 bulan mereka menjalin persahabatan Alma dan Alda berencana membuat warung baso untuk ayahnya Alma. Baso yang dibuat ayahnya Alma gak ada tandingannya. Mereka mengumpulkan sisa tabungannya untuk menyewa ruko di dekat rumahnya

ARTI SEBUAH PERSAHABATAN




Pada suatu hari ada empat sahabat yang bertengkar gara-gara salah paham. Putri Oxel Lestari alias Oxel mengambil gelang Yasmine gelang itu adalah gelang persahabatan Yasmine, Fani, Syakira, dan Lia.
“Yasmine kamu lagi cari apaan sih sampai barang-barang yang ada di dalam tas kamu pada di keluarkan semua”, tanya Oxel.
“Ini lho gelang persahabatan aku gak ada”, sahut Yasmine sambil mengotak-atik tas nya.
“Hmm……tadi sih aku ngelihat Fani ngambil sesuatu dari tas kamu,waktu kamu lagi dipanggil sama bu Indah!”, sahut Oxel.
 “Yang bener kamu”, sahut Yasmine sambil kaget mendengar perkataan Oxel.
Yamine pun ke kelasnya Fani dan Syakira untuk membuktikanya. Karena Lia belum datang jadi Yasmine kesana sendirian. Yasmine mengeluarkan semua isi tas Fani.
“Kamu lagi ngapain sih Yasmine?”, tanya Fani keheranan.
“Oh…….. jadi benar kamu yang mengambil gelang persahabatan kita, mulai dari sekarang persahabatan kita putus anggap saja kita gak pernah bertemu”, sahut Yasmine sambil berlari ke kamar mandi.
Yasmine menangis salama 2 menit di dalam kamar mandi. Syakira pun keheranan kenapa bisa gelang Yasmine ada di dalam tasnya Fani,  padahalkan Fani dari tadi bersamanya.
Yasmine kembali ke dalam kelas, Lia sudah datang ia heran kenapa mukanya Yasmine cemberut dan matanya seperti habis menangis. Lia pun pergi untuk menemui temannya yang lain.
“Syakira kenapa muka Yasmine cemberut terus matanya juga kaya habis nangis?”, tanya Lia sambil keheranan melihat Yasmine di kelas tadi.
“Begini lho persahabatan Yasmine dan Fani baru saja putus”, sahut Syakira sambil menghela napas.
“Apa…… kok bisa gimana ceritanya?”, tanya Lia dengan wajah kaget.
Syakira hanya diam tidak menjawab pertanyaan Lia.

------0000------

Keesokan harinya Lia dan Syakira berencana mempersatukan kembali persahabatan mereka berempat. Mereka ingin mempertemukan Fani dengan Yasmine di taman sekolah. Syakira mengajak Fani untuk ke taman dan Lia mengajak Yasmine untuk ke taman juga.
Lia dan Syakira meninggalkan mereka berdua. Tiba-tiba Oxel pun datang dia tidak mau kalau persahabatan Yasmine, Syakira, Lia, dan Fani kembali seperti dulu.
“Ihh….. kenapa mereka bisa akur lagi sih”, gumam Oxel.
“Kenapa kamu gak suka kalau kita berempat menjadi akur lagi”, sahut Lia yang menyela omongan nya Oxel.
“Ka…..ka…..lian kok bisa ada disini sih.”, sahut Oxel yang gemeteran menjawab pertanyaan Lia.
“Ya bisa dong kenapa enggak kita berempatkan punya kaki”, sahut Fani.
“Maaf…..maaf”, sahut Oxel yang meneteskan air matanya.
“Maaf kenapa memangnya kamu punya salah sama kita berempat?”, tanya Yasmine.
“Maaf aku sudah membuat petengkaran pada persahabatan kalian, sebenarnya aku yang mengambil gelang Yasmine lalu meletakannya di tas Fani”, sahut Oxel sambil menundukan kepalanya.
“Gak apa-apa kok tapi kamu kenapa berbuat seperti itu?”, tanya Syakira
“Aku iri sama kalian yang gak pernah saling berpisah, selalu bersama dan meyalesaikan pemasalahan bersama-sama pula”, sahut Oxel sambil menyesali perbuatannya.
Yasmine, Fani, Lia, dan Syakira pun ingin Oxel menjadi sahabatnya. Oxel pun menerima ajakan tersebut dengan senang hati dan mereka pun saling menyadari artinya sebuah persahabatan yang selalu ada saat kita membutuhkannya.